SOSIALISASI METODE PENYUBURAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN KEKERINGAN DAN EROSI DI DESA MOLANIHU KECAMATAN BONGOMEME
SOSIALISASI METODE PENYUBURAN TANAH UNTUK PENGENDALIAN KEKERINGAN DAN EROSI DI DESA MOLANIHU KECAMATAN BONGOMEME
DOI:
https://doi.org/10.70522/jad.v4i2.123Kata Kunci:
Kekeringan, Erosi, Kesuburan Tanah, Konservasi, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Penduduk desa Molanihu di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, menghadapi masalah yang signifikan karena kerugian kesuburan tanah yang disebabkan oleh kekeringan dan erosi. Ini memiliki dampak langsung pada ekonomi. Dengan kata lain, produktivitas pertanian adalah gaya hidup utama masyarakat. Kegiatan layanan ini membutuhkan optimalisasi alami persepsi dan pengetahuan petani dalam hal kesuburan tanah dengan cara alami, dan tidak boleh mencemari lingkungan. Sosialisasi dan pelatihan 30 petani akan dilakukan sebagai peserta utama dengan menggunakan metode penulisan kualitatif partisipatif. Sosialisasi mencakup penggunaan teknik yang terlibat dalam penggunaan pupuk organik, tanaman penanaman, pelestarian nutrisi tanah dan teknik hidrasi. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman petani dan meningkatkan hasil yang lebih baik dalam kaitannya dengan metode kesuburan tanah. Menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah, meningkatkan retensi kelembaban dan mengurangi laju erosi. Tingkat erosi semuanya memiliki efek positif pada kesuburan tanah dan hasil area pertanian. Namun, ia menghadapi hambatan untuk mengakses bahan baku dan kebutuhan akan lebih banyak pelatihan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ada fungsi partisipasi dalam pendidikan yang menciptakan kampanye yang meningkatkan pengelolaan lahan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Metode buah tanah organik tidak hanya memberi petani kapasitas, tetapi juga berinvestasi dalam dana untuk mengurangi polusi dan juga berinvestasi dalam bencana ekologis seperti kekeringan dan erosi.
Referensi
Ayuba, S. R., Nursaputra, M., & Tisen. (2018). Klasifikasi Tingkat Kekeringan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto. Jurnal Sains Informasi Geografi, 1(2), 12. https://doi.org/10.31314/jsig.v1i2.174
Mahbub, I. A., Tampubolon, G., Mukhsin, M., & Farni, Y. (2023). Peningkatan Kesuburan Tanah dan Hasil Padi Sawah Melalui Aplikasi Pupuk Organik. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 10(2), 335–340. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2023.010.2.17
Mooduto, W., Ayuba, S. R., Jaya, R., Tisen, Syamsurijal, A., & Nursaputra, M. (2022). Drought Index Determination Using the Batulayar Watershed Hydrology Model. Journal La Lifesci, 3(2), 54–64. https://doi.org/10.37899/journallalifesci.v3i2.595
Siregar, F. A. (2023). Penggunaan Pupuk Organik dalam Meningkatkan Kualitas Tanah dan Produktivitas Tanaman.
Wihardjaka, A., & Harsanti, E. S. (2021). Dukungan Pupuk Oranik untuk Memperbaiki Kualitas Tanah pada Pengelolaan Padi Sawah Ramah Lingkungan.
Zebua, T., Gulo, S. M., & Gulo, S. S. (2025). Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Kualitas Tanah. Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan, 2(1), 208–213. https://doi.org/10.62951/flora.v2i1.268.



